ANALISIS PERBANDINGAN
MENGENAI BUKU AGRARIA
Oleh
: Yusi Kusnandasari
BUKU I
POLITIK PERTANIAN DAN PEMBANGUNAN
PERDESAAN
a. Identitas
Buku
Judul : Politik Pertanian dan Pembagunan
Perdesaan
Penulis : Mubyarto
Penerbit : Jakarta : Sinar Harapan
Edisi Terbit : Cetakan III / 1994
Diskripsi Fisik : 300 hlm, 21 cm
Subjek : Pertanian dan Negara
Bahasa : Indonesia
Bentuk Karya : Bukan Fiksi
Target Pembaca : Umum
Harga : Rp. 40.000,00
b.
Isi
Buku
Buku yang ditulis oleh Prof. Dr.
Mubyarto dimaksudkan sebagai buku pelajaran yang di peruntukkan bagi satu studi
sistematik di perguruan tinggi dalam mata kuliah politik pertanian. Buku ini
berjudul Politik Pertanian dan Pembangunan Perdesaan karena memang
bertujuan mambahas dua topik yang secara teori dapat dipisahkan. Dengan politik
pertanian kita berminat pada pembahasan berbagai kebijakan untuk mendorong
pertumbuhan pertanian sebagai suatu sektor ekonomi negara. Sebaliknya juga
kemungkinan, buku ini ditulis sebagai buku Kebijakan Pembangunan Perdesaan
yang menekankan pada analisis berbagai macam kebijakan yang menyangkut
pengembangan penduduk perdesaan dan lingkungan. Syarat mutlak berhasilnya
pembangunan perdesaan adalah tetap berupa pembangunan pertanian, pertanian
adalah mata pencarian dan lapangan kerja pokok penduduk perdesaan, sehingga
dalam pembangunan perdesaan perhatian utama tetap harus ditujukan pada
pembangunan pertanian sebagai sektor kegiatan ekonomi yang menonjol.
c.
Kelebihan
Buku
1. Pembicaraan dalam buku ini
menggunakan persepektif sejarah dengan
memanfaatkan data analisis sejarah.
2. Buku ini memberikan pengantar yang
cukup memadai.
3. Buku ini memberikan bahan yang sudah
mengalami ujian baik nasional maupun internasional.
d.
Kekurangan
Buku
1. Bahasa kurang
bisa dipahami
2. Pembahasannya
bertele-tele
BUKU II
REFORMA
AGRARIA: LANDREFORM DAN REDISTRIBUSI
TANAH DI INDONESIA
a. Identitas Buku
Judul : Reforma Agraria : Landreform dan
Redistribusi
Tanah
di Indonesia
Penulis :
Diyan Isnaeni,S.H.,M.Hum
Dr. H.
Suratman,S.H.,M.Hum
Penerbit :
Intrans Publishing,Malang,Oktober 2018
Tebal
Buku : 15,5cm X 23cm, hlm xiv +
290
ISBN : 978-602-6293-56-5
b. Isi Buku
Buku ini merupakan hasil penelursuran
dari Diyan Isnaeni, S.H., M.H. dan Dr. H. Suratman, S.H., M.Hum. terhadap
norma-norma yang mendasari pelaksanaan redistribusi tanah serta hasil atas
implementasi norma-norma tersebut. Didalam buku ini juga dapat ditemukan
diskursus berkaitan dengan hak-hak atas tanah beserta alat-alat bukti yang
dapat membuktikan kepemilikan atas hak-hak tersebut. Dalam penyusunan
buku ini, Diyan Isnaeni, S.H., M.H. dan Dr. H. Suratman, S.H., M.Hum mampu
memaparkan isi buku ini secara sederhana dan dapat membantu dalam memahami
implementasi redistrubusi tanah serta dapat memperluas cakrawala pengetahuan
dibidang pertanahan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Akan tetapi,
terdapat beberapa kata dan kalimat yang masih menggunakan bahasa asing tanpa
diberi arti atau penjelasan dalam bahasa
Indonesia, sehingga membuat pembaca yang tidak memiliki kemampuan multibahasa
tidak akan paham dan mengerti.
BUKU III
POLA PENGUASAAN, PEMILIKAN,
PENGGUNAAN TANAH SECARA TRADISIONAL
DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
a. Identitas Buku
Judul ː Pola
Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan Tanah
Secara Tradisional di
Daerah Istimewa Yogyakarta
Penulis ː 1. Drs. Gatut
Murniatmo
2. Murianto Wiwoho, SH
3. Poliman, BA
4. Suhatno, BA
Penerbit ː Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan
Jumlah Halaman ː 208 halaman
b. Isi Buku
Buku ini berisi tentang penelitian
penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah secara tradisional di daerah
Yogyakarta. Buku ini mencakup penelitian di daerah pedesaan Yogyakarta yakni,
desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo dan desa Pleret, Kecamatan Pleret,
Bantul sebagai lokasi penelitian. Di dalam buku ini peneliti mecoba menjelaskan
serta menceritakan bagaimana pola penguasaan, pemilikan, dan penggunaan tanah
dari masa sebelum penjajahah, masa Belanda, masa Jepang hingga masa
kemerdekaan. Tak hanya itu penulis juga menjelaskan tentang pranata-pranata
sosial yang berlaku di dalam pola penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah.
Pola penguassan tanah pada mulanya di pegang oleh seorang yang sangat
berpengaruh di suatu daerah seperti raja. Dari perkembangan ten tang pertanahan di Daerah lstimewa
Yogyakarta, baik mengenai penguasaan; pemilikan maupun penggunaannya berasal
dan bersumber kepada pranata-pranata yang dikeluarkan oleh Kasultanan
(Rijksblad Kasultanan dan Rijksblad Paku Alaman). lni berarti segalanya
berorientasi kepada kekuasaan raja. Raja atau Sultan di sini merupakan
satu-satunya penguasa wilayah yang tertinggi yang menjadi pusat sembahan dan
dambaan para kawulo dalem. Pola penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah di Daerah
Istimewa Yogyakarta diatur oleh pranata-pranata hukum adat dan pranata lain
yang bersumber pada aturan-aturan atau pranata dari kerajaan (Kasultanan
Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alanian) yang kenyataannya sampai sekarang masih
berpengaruh.
c. Kelebihan Buku
Di dalam buku ini penulis menuliskan
secara rinci bagaimana mereka mengumpulkan sumber dan metode-metode yang mereka
pakai, sehingga hal ini dapat membantu pembaca mengetahui metode apa yang
mereka pakai.
d. Kelemahan Buku
Buku ini jika untuk sejarawan
cakupannya terlalu luas, lingkup temporalnya terlalu luas karena penulis tidak
membasuh skup spasialnya, sehingga pembahasannya pun tidak secara mendetail.
Dan juga buku ini hanya milik Depdikbud tidak diperjual belikan atau
diperdagangkan.
PERBANDINGAN DARI KE-TIGA BUKU YANG BERBEDA
Komentar
Posting Komentar