Langsung ke konten utama

Sejarah Serta Sosiologi Pedesaan

NAMA : YUSI KUSNANDASARI 

NIM : 180110301020 

MATA KULIAH : SEJARAH PEDESAAN KELAS B 

SEJARAH / FAKULTAS ILMU BUDAYA 

ALAMAT BLOG : https://yusikusnandaaaa.blogspot.com/2020/09/resume-pedesaan.html 

 

 

SEJARAH PEDESAAN 

Sejarah Pedesaan memiliki pengertian yang cukup luas. Sejarah pedesaan ialah sejarah yang secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. Dalam sejarah pedesaan, desa dapat dimasukkan dalam aspek-aspek ekosistem, geografis, ekonomis, dan budaya. Kajian mengenai pedesaan memiliki berbagai aspek, yaitu aspek geografis yang diartikan sebagai perpaduan antara kegiatan manusia dengan lingkungannya, aspek psikologis sosial dilihat pada keadaan hubungan sosial atau pergaulan masyarakatnya yang bersifat mendalam, kemudian dari aspek jumlah penduduk di wilayah tersebut, dan dari aspek ekonomi yang dilihat pada perhatian masyarakat di bidang pertanian. Desa merupakan sebuah kesatuan masyarakat kecil yang memiliki satu pimpinan yang dijadikan sebagai panutan. Secara etimologi, Desa berasal dari bahasa sanskerta, deshi yang berarti tanah air, tanah asal atau sebagai tanah kelahiran. 

 

SEJARAH EKONOMI PEDESAAN 

Sejarah Ekonomi Indonesia memungkinkan dapat memberikan terbukanya studi sejarah mikro, sebab banyaknya variasi kedaerahan yang muncul akibat adanya perbedaan ekologi, struktur sosial, pengaruh dari luar dan budaya setempat. Sejarah ekonomi memepelajari beberapa faktor yang dapat menentukan jalannya perkembangan ekonomi sehingga dapat menghasilkan sumbangan yang sewajarnya pada penetapan kebijakan perencanaan ekonomi. Sumbangan sejarah ekonomi tidak lebih sebagi pemikiran kolektif ilmu sosial secara keseluruhan. Sejarah ekonomi merupakan daerah yang relatf asing bagi sejarawan Indonesia. Sejarah ekonomi yang secara formal berdiri sendiri ingin mencari makna tersendiri dalam mempelajari corak dan penjumlahan dari hubungan manusia yang bersifat ekonomi, sosial dan budaya. Dalam hal ini sejarah ekonomi telah melepaskan diri dari ekonomi politik yang terus berkembang dan mencapai puncaknya dalam studi yang semakin canggih, dengan penggunaan quatitalis maju dalam gerakan New Economic History. Sejarah ekonomi mempelajari manusia sebagai pencari dan pembelanja yang harus spesifik dari satuan yang konkrit dan khusus. sejarah ekonomi pedesaan memiliki batasan-batasan tertentu yang harus diletakkan dalam lingkungan ekonomi pedesaan ataupun ekonomi petani. Menurut Daniel Thorner, ekonomi petani sebagai sebuah kategori dalam sejarah ekonomi memiliki ciri-ciri yaitu : 

 1. Dalam bidang produksi, masyarakat terlibat dalam produksi agraria 

2. Penduduknya harus lebih dari separuh yang terlibat dalam pertanian 

3. Ada satuan negara dan lapisan penguasanya 

 4. Ada pemisahan antara desa dengan kota 

 5. Satuan produksinya adalah keluarga rumah tangga petani. 

 Ekonomi petani dan ekonomi kapitalis memiliki perbedaan yaitu, ekonomi kapitalis berdasarkan pada modal sedangkan ekonomi petani berdasarkan pada kerja. Pendekatan ekonomi petani yang melalui kalkulasi untung rugi secara kapitalis tidak mampu menjelaskan ekonomi pertani karena tidak adanya kerja upahan, sebab semua kerja adalalah kerja keluarga yang tidak mengenal bayaran. Dalam sejarah satuan waktu merupakan suatu hal yang sangat penting, terutama dalam sejarah ekonomi selalu mementingkan tentang pertumbuhsn ekonomi, dan tahapan perkembangan yang selalu menjadi perhatian utama. Untuk penelitian sejarahb , pendekatan terhadap tahapan ekonomi tidak harus menggunakan ukuran ekonomi. Rustow mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi menggunakan ukuran produktivitas sebagai kriteria tahapan, yang hanya berlagi bagi masyarakat industrial dan sedikit relevansi dengsn sistem ekonomi pedesaan. Kemudian Rostow mengemukakan Adapun faktor- faktor ekonomi pedesaan antara lain; tanah, kerja kapital, upah harga dan ssewa. faktor tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda dalam berbagai tipe ekonomi. Pada masyarakat primitif dan petani mengenai konsep scracity, dalam masyarakat ekonomi pasar tidak dikenal. Sektor ekonomi pedesaan tentu berhubungan dengan pertanian, perdagangan, dan peternakan serta industri rumah tangga. Dalam berbagai peratuaran tanam paksa pada masa lalu adalah usaha untuk mengenalkan lembaga ekonomi yang baru pada masyarakat petani. Kemudian munculnya pabrik di tengah sistem ekonomi tradisional merupakan bagian dari sejarah ekonomi yang penting. Pada bagian beras di masa lalu diproduksi, dijual dan ditukarkan dari pulau ke pulau merupkan sejarah tersendiri. Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah perjalanan lokalitas yang bertahap dan menjadi tema yang menarik. Banyaknya kemungkinan sejarah ekonomi mengingatkan bahwa semua dapat dihubungkan dengan setting sejarah sosial dan menjadi sejarah sosial ekonomi. Untuk menjamin ketrampiln dalam menulis sejarah ekonomi memerlukan kerangka teori, sebab kerangka teori merupakan unsur terpenting dalam penulisan sejarah ekonomi. Dimana jika kerangka teori tidak digunakan maka penulisan sejarah ekonomi hanya akan menjadi kronologi yang tidak memiliki makna. Konsep dan model teori dapat diambil dari ilmu ekonomi konvensional yang digunakan untuk menganalisa sektor komersial dari organisasi ekonomi petani. Dalam ekonomi, pendekatan kwantitatif menjelaskan bahwa variabel-variabel memiliki hubungan dari satu dengan yang lainnya. Sejarawan harus berambisi ekonometriks guna mempelajari sejarah perilaku ekonomi yang cenderung pada ukuran matematis. Sejarah Ekonomi Pedesaan Dan Teori Sosial Ekonomi primitif mempunyai keterbatasan yang bersifat ekologis, teknologis dan sosial yang tidak dapat dipahami tanpa adanya keterbatsan tersebut. Pada ekonomi petani terdapat perbedaan ekologi ladang, sawah dan sagu yang tertuang dalam sejarah ekonomi Indonesia hingga menunnjukan bahwa ekologi yang berbeda melahirkan struktur ekonomi yang berbeda pula. Contohnya adalah feodalisme yang merupakan sebuah sistem yang memadukan ekonomi dan sosial. Masuknya ekonomi kolonial dianggap sebagai masuknya ekonomi berdasarkan atas perintah pada zaman Tanam Paksa sehingga menjadikan ekonomi di Indonesia pedesaan merupakan campuran adat yang dominan ditingkat atas dengan birokrasi yang klasik dan perintah yang dominan. Adanya Antropologi dan Sosiologi ekonomi merupakan usaha untuk menumbuhkan ekonomi dengan sistem budaya dan sosial. teori ekonomi hanya berlaku untuk masyarakat industrial sedangkan masyarakat non pasar dan ahli ekonomi harus melihat secara antropologis. Ekonomi primitif dan petani bukan merupakan soal output ataupun produktivitas yang dapat dikuantifikasikan dalam sejumlah peraturan dari organisasi sosial dan struktur sosio-ekonomis. Penelitian sejarah ekonomimerupakan sumbangan bagi penelitian ekonomi yang dapat membantu memecahkan masalah pada masa kini. Dengan mengetahui sejarah pertumbuhan ekonomi di satu masaahli ekonomi dapat melihat waktu kontemporer sebuah kerangka masa depan yang panjang serta dapat membantu mengeluarkan ahli ekonomi dari pemecahan masalah jangka pendek. Perlu diketahui bahwa gejala ekonomi dan politik merupakan interaksi timbal balik kekuatan yang bersifat ekonomis dan sebagian non ekonomis. 

 

SOSIOLOGI PEDESAAN 

Sosiologi pedesaan adalah salah satu cabang dari sosiologi yang berkembang setelah adanya perhatian masyarakat terhadap bidang pertanian. Sosiologi pedesaan adalah suatu studi yang mempelajari kehidupan masyarakat di pedesaan yaitu mengenai perilaku, struktur sosial, organisasi sosial, lembaga, adat, kebiasaan dan perubahan sosial serta bagaimana memecahkan persoalan pedesaan. Smith dan Zophf dalam Bahrein (1996) mengemukaka bahwa sosiologi pedesan ialah sosiologi dari kehidupan di pedesaan. Pada dasarnya sosiologi pedesaan terdapat 2 versi yakni lama (klasik) dan baru (modern). Sosiologi yang baru (modern) merupakan penyempurnaan dari sosiologi lama (klasik) karena di berbagai negara telah terjadi perubahan dan perkembangan khususnya yang ada di pedesaan sehingga sosiologi lama (klasik) dianggap kurang tepat digunakan sebagai pemahaman bagi masyarakat pedesaan yang telah berkembang. Menurut ahli, sosiologi pedesaan yang baru merupakan studi tentang bagaimana masyarakat desa menyesuaikan diri terhadap masuknya kapitalisme modern di tengah kehidupan mereka. Ada yang beranggapan bahwa sosiologi pedesaan dianggap sama dengan sosiologi pertanian. Namun keduanya memiliki perbedaan, yaitu sosiologi pertanian yang hanya berfokus pada upaya sosiologi bagi masyarakat yang hanya menggeluti di bidang pertanian saja. Sedangkan sosiologi pedesaan memfokuskan pada masyarakat pedesaan tanpa memandang hubungan mereka dengan urusan pertanian. Menurut Koentjaraningrat (1984) desa dimaknai dengan sebagai suatu komunikasi kecil yang menetap disuatu tempat. Maknanya ialah lebih ditekankan terhadap cakupan, ukuran atau luasan dari sebuah komunitas. Sementara itu menurut ahli, untuk memahami masyarakat desa dapat dilihat karakteristiknya yaitu : 

1. Besarnya kelompok primer. 

2. Faktor geografis sebagai dasar pembentukan kelompok. 

3. Hubungan bersifat akrab dan langgeng. 

4. Homogen. 

5. Keluarga sebagai unit ekonomi. 

6. Populasi anak dalam proporsi lebih besar. 

Sementara itu, jika dilihat dari kategoristiknya terdapat berbagai tipe, seperti Desa Swadaya, Desa Swakarya, dan Desa Swasembada. Adapun makna dari segi bentuk dan pola pemukiman dapat dilihat dari berbagai aspek, yakni budaya, ketersediaan SDM, ketergantungan sesama. Disamping itu, desa atau wilayah pedesaan sebagai tempat tinggal dicirikan oleh para ahli sebagai berikut : 

1. Penduduknya terdiri atas suku bangsa yang homogeny. 

2. Hubungan bersifat tertutup dan genealogis. 

3. Hubungan sosial ekonomi dan bersifat agraris. 

4. Ekologi yang sunyi tetapi menyegarkan. 

5. Arus datang dan pergi manusia sangat jarang. 

6. Potensial pengolahan tanah, perikanan, perkebunan, hutan dan kerajinan. 

Pola kebudayaan masyarakat desa termasuk pola kebudayaan tradisional, yaitu hidupnya masih bergantung pada alam. Menurut Paul H. Landis (1948) pengaruh alam terhadap pola kebudayaan tradisional ditentukan oleh : 

1. Sejauh mana ketergantungan terhadap alam. 

2. Tingkat teknologi yang dimiliki. 

3. System produksi yang diterapkan. 

 

DAFTAR PUSTAKA 

 

Zid, Muhammad. 2019. Sosiologi Pedesaan. Depok : PT. RajaGrafindo Persada.

Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta : Tiara Wacana Yogya.

Susilawati, Nora. 2012. Sosiologi Pedesaan. https://osf.io/67an9/download . diakses pada 29 September 2020 pukul 06.22.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW WEBINAR

 NAMA : YUSI KUSNANDASARI NIM : 180110301020 SEJARAH PEDESAAN KELAS B REVIEW I SARASEHAN LINTAS GENERASI “ MENELADANI PARA PEJUANG UNTUK MEMAJUKAN UNIVERSITAS JEMBER “ Ibu Amaril putri dari Dr. Raden Achmad.  Dimulai perjuangan pada tahun 1957 Dr. Raden Achmad bersama dengan beberapa cendikiawan  salah satunya adalah Teudosius Soengedi yang merupakan rekan dan sahabatnya. Beliau  mempunyai inisiatif yang sangat mulai yaitu ingin menjunjung tinggi dan menyempurnakan  pendidikan yang khususnya masyarakat Jember. Beliau menghendaki bahwa perluasan dan  peyempurnaan pendidikan tindak hanya ada di kota - kota besar. Keinginan tersebut diimbangi  dengan kerja keras, tekat yang kuat dan komunikasi pada masyarakat serta penguasa daerah.  Hubungan dengan masyarakat Jember pada umumnya membuahkan hasil yang positif. Bapak  Soejarwo yang merupakan Bupati pada saat itu sangat mendukung ide yang membanggakan  tersebut. Mereka saling bahu membahu untu...